Menuju 100 Persen: Bappelitbangda Ternate Fokus Genjot Program Seni dan Budaya 2025

Sekretaris Bappelitbangda Kota Ternate, Ronny Aries Setyono. ( Foto: Redaksi Indomalut)

Indomalut.com – Pemerintah Kota Ternate melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Ternate mencatat realisasi program pembangunan tahun 2025 telah mencapai sekitar 65 hingga 70 persen dari total kegiatan di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Capaian ini disebut menunjukkan progres positif menjelang akhir tahun anggaran.

Sekretaris Bappelitbangda Kota Ternte Ronny Aries Setyono menjelaskan, angka tersebut diperoleh dari hasil monitoring dan evaluasi triwulanan yang rutin dilakukan pihaknya. Ia menegaskan, sistem pemantauan tiga bulanan menjadi cara Bappelitbangda memastikan setiap OPD melaksanakan program sesuai rencana kerja.

“Kami selalu melakukan monitoring setiap tiga bulan sekali untuk memastikan seluruh realisasi program berjalan dengan baik,” ujarnya, Senin (24/11/2025).

Menurutnya, arah kebijakan pembangunan tahun ini difokuskan pada penguatan sektor seni dan kebudayaan. Fokus tersebut dipilih sebagai strategi menjaga identitas lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di tingkat masyarakat. “Bidang kebudayaan tahun ini memang menjadi fokus utama kami,” tambahnya.

Meski capaian 70 persen dinilai cukup baik, pihaknya mengakui masih ada sejumlah program di beberapa OPD yang perlu dipercepat menjelang penutupan tahun anggaran. Beberapa di antaranya disebut terkendala proses administrasi dan penyesuaian kegiatan di lapangan. Untuk itu, Bappelitbangda mendorong koordinasi lintas dinas agar capaian realisasi dapat merata.

“Harapan kami, hingga akhir tahun 2025 seluruh program bisa tuntas 100 persen dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” kata Sekretaris Bappeda menutup keterangannya.

Fokus pembangunan yang berporos pada kebudayaan diharapkan menjadi wajah baru pembangunan Ternate. Selain menjaga warisan sejarah, pemerintah berambisi menjadikan kebudayaan sebagai fondasi pertumbuhan sosial-ekonomi yang lebih berkelanjutan. ***