Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Ternate Meningkat, DP3A Perkuat Layanan dan Pencegahan

Sumber: DP3A Kota Ternate (Desain: Redaksi Indomalut)

Indomalut.com, TERNATE — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Ternate mencatat 50 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sepanjang periode Mei hingga November 2025. Dari jumlah tersebut, 30 kasus menimpa perempuan, sementara 20 lainnya menyasar anak. Angka ini meningkat dibandingkan periode Januari–Mei 2025 yang berjumlah 31 kasus.

Sekretaris DP3A Kota Ternate, Mirnawati Sarbin, menjelaskan bahwa kenaikan angka tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan bertambahnya tindakan kekerasan, melainkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melapor. Hal ini dipengaruhi oleh keberadaan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) yang kini menjadi rujukan masyarakat saat menghadapi kasus kekerasan.

“Dengan adanya layanan UPTD PPPA, masyarakat semakin paham ke mana harus melapor ketika terjadi kekerasan. Mereka tahu ada unit layanan pemerintah yang siap membantu,” ujarnya kepada wartawan Selasa (09/12/2025).

Selain UPTD, DP3A juga mengaktifkan layanan konseling keliling melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA). Program ini menyasar keluarga untuk memberikan pemahaman mengenai peran ayah, ibu, dan anak, serta membantu mendeteksi kondisi keluarga yang membutuhkan pendampingan.

“Counseling keliling lebih kepada pendalaman dinamika keluarga. Bagaimana peran ayah, peran ibu, dan kebutuhan anak. Itu semua menjadi bagian dari upaya kami mencegah kekerasan dari dalam lingkup keluarga,” jelas Mirnawati.

DP3A juga gencar melakukan kampanye pencegahan kekerasan melalui penyebaran flyer dan pemasangan banner di ruang publik serta kantor-kantor layanan masyarakat. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari edukasi untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap kekerasan berbasis gender dan kekerasan terhadap anak.

“Upaya-upaya ini kami jalankan agar program DP3A berjalan optimal dan dapat menekan angka kekerasan di Kota Ternate,” tambahnya.

Mirnawati berharap berbagai intervensi tersebut dapat memberikan dampak nyata dalam menurunkan kasus kekerasan dan menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi perempuan dan anak. ***