Indomalut.com, TERNATE – Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Ternate, Rizal Masraoly, secara resmi membuka Turnamen Balap Sepeda “BMX Race Pemuda Halle Shigi Seri 7” yang diselenggarakan oleh Pemuda Halle Shigi Kelurahan Tanah Mesjid, Kecamatan Kota Ternate, Kota Ternate, Jumat (26/12/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris DPRD (Sekwan) Kota Ternate, Ketua KONI Kota Ternate, Lurah Kalumpang, Lurah Tanah Tinggi, serta Camat Ternate Selatan.
Dalam sambutannya, Rizal Masraoly menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat, khususnya pemuda Kelurahan Tanah Mesjid, yang telah menginisiasi ajang olahraga balap sepeda BMX yang cukup diminati oleh masyarakat Kota Ternate.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Ternate akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan positif seperti ini, sebagai bagian dari upaya menciptakan atlet-atlet berprestasi sekaligus menjadi ruang pembinaan olahraga bagi generasi muda.
“Setiap atlet berprestasi yang lahir di Kota Ternate berawal dari kegiatan-kegiatan seperti ini. Pemerintah Kota Ternate akan terus memberikan dukungan penuh,” ujar Rizal.
Atas nama Pemerintah Kota Ternate, Rizal juga menyampaikan terima kasih kepada ketua panitia, panitia pelaksana, serta pemuda Halle Shigi yang telah sukses menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia pun mengingatkan panitia dan peserta untuk menjunjung tinggi nilai sportivitas serta mengutamakan keselamatan selama perlombaan berlangsung.
Usai memberikan sambutan, Rizal Masraoly turut menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp10 juta kepada panitia pelaksana BMX Race Pemuda Halle Shigi Seri 7, yang diterima langsung oleh Ketua Panitia.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Aksan, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan BMX Race ini tidak hanya bertujuan sebagai ajang olahraga, tetapi juga memiliki nilai sosial dan keagamaan.
“Kegiatan BMX Race Pemuda Halle Shigi Seri 7 ini kami kemas sebagai bagian dari upaya membantu pembangunan musala atau tempat ibadah serta pemenuhan kebutuhan umat,” jelas Aksan.
Ia menambahkan, melalui perlombaan ini diharapkan tumbuh kesadaran masyarakat akan pentingnya pembangunan musala sebagai pusat ibadah dan aktivitas keagamaan.
“Semoga kegiatan ini dapat mempererat hubungan sosial antara komunitas, masyarakat, instansi pemerintah, serta seluruh panitia pelaksana,” pungkasnya. ***












