Indomalut.com, Maluku Utara – Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Wilayah Maluku Utara, Sahrul N. Manan, angkat bicara terkait adanya pihak-pihak yang mengatasnamakan LMND untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip, etika, dan garis perjuangan organisasi.
“LMND adalah organisasi perjuangan mahasiswa yang berlandaskan nilai-nilai demokrasi, keadilan sosial, dan keberpihakan kepada rakyat tertindas, bukan alat untuk kepentingan personal,” ujar Sahrul dalam keterangannya, Minggu (5/01/2026).
Sahrul menjelaskan, sejak didirikan, LMND memiliki garis ideologis yang jelas dan konsisten dalam memperjuangkan hak-hak rakyat, melawan ketidakadilan struktural, serta membangun kesadaran kritis di kalangan mahasiswa. Karena itu, setiap kader maupun pihak yang mengklaim sebagai bagian dari LMND wajib tunduk pada aturan organisasi dan etika perjuangan yang telah ditetapkan.
“LMND tidak pernah memberi ruang bagi praktik oportunisme. Organisasi ini berdiri untuk kepentingan rakyat, bukan untuk ambisi pribadi. Jika ada oknum yang bertindak di luar garis organisasi, maka itu bukan sikap LMND,” tegasnya.
Selain itu, Ketua LMND Maluku Utara juga secara tegas membantah pernyataan yang disampaikan oleh pihak berinisial WH, yang dinilai menyerang dan menyudutkan anggota DPRD dengan mengatasnamakan LMND. Menurutnya, pernyataan tersebut sama sekali tidak mencerminkan sikap dan arah perjuangan LMND yang sesungguhnya.
Ia menduga, pernyataan tersebut lebih didorong oleh kepentingan pribadi daripada kepentingan perjuangan organisasi. Tindakan semacam itu, lanjut Sahrul, berpotensi merusak nama baik LMND yang selama ini dikenal sebagai organisasi perjuangan mahasiswa yang konsisten, objektif, dan bertanggung jawab dalam membela kepentingan rakyat.
“Jika ada kepentingan pribadi yang dibungkus dengan nama organisasi, itu sangat berbahaya. Hal tersebut tidak hanya menghilangkan sejarah perjuangan LMND yang jelas, tetapi juga mencederai marwah dan kredibilitas LMND di Maluku Utara,” katanya.
Lebih lanjut, Sahrul mengajak seluruh kader LMND di Maluku Utara untuk tetap menjaga marwah organisasi, memperkuat konsolidasi internal, serta terus berpihak pada perjuangan rakyat di tengah berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan politik yang tengah berlangsung.
Menutup pernyataannya, ia menegaskan komitmen LMND Maluku Utara untuk terus berdiri tegak sebagai alat perjuangan mahasiswa dan rakyat, serta tidak akan mentolerir segala bentuk penyimpangan yang mencederai nilai-nilai perjuangan organisasi.
“Kami akan tegas terhadap siapa pun yang mencatut nama LMND demi kepentingan pribadi. Perjuangan ini adalah perjuangan kolektif, bukan milik individu,” pungkasnya.












