Indomalut.com, Halmahera Utara — Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Maluku Utara mengajak seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Halmahera Utara untuk menjaga persatuan dan keharmonisan sosial di tengah berbagai dinamika yang berkembang.
Seruan tersebut ditujukan kepada pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, serta seluruh lapisan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah. LMND menegaskan bahwa stabilitas sosial hanya dapat terjaga jika semua pihak berkomitmen merawat nilai persaudaraan dan kebersamaan.
Ketua LMND Maluku Utara, Sahrul N. Manan, menilai pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam menjaga kondusivitas wilayah. Ia pun mendesak Bupati dan Wakil Bupati Halmahera iUtara untuk segera mengambil langkah konkret dengan memfasilitasi pertemuan terbuka antar elemen masyarakat.
“Pemerintah daerah harus hadir sebagai penengah dan pengayom. Kami mendesak Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Utara untuk segera memfasilitasi pertemuan besar yang melibatkan tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dan masyarakat luas guna merajut kembali kebersamaan,” ujar Sahrul.
Menurutnya, forum dialog terbuka menjadi ruang strategis untuk membangun komunikasi, menyelesaikan perbedaan, serta memperkuat hubungan sosial antarwarga di tengah masyarakat yang majemuk.
“Dialog bersama merupakan jalan yang efektif untuk merawat tali persaudaraan. Dengan membuka ruang komunikasi yang inklusif, setiap persoalan dapat diselesaikan secara bijak tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan,” tambahnya.
LMND juga menekankan bahwa Halmahera Utara memiliki kekuatan besar dalam nilai-nilai kearifan lokal yang menjunjung tinggi persatuan. Karena itu, seluruh pihak diminta kembali mengedepankan semangat gotong royong, saling menghormati, dan menjaga kedamaian.
“Halmahera Utara tidak boleh terpecah. Kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga daerah ini tetap aman, damai, dan harmonis. Persatuan adalah kunci utama dalam membangun masa depan yang lebih baik,” tegasnya.
LMND Maluku Utara berharap ajakan ini mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah dan seluruh masyarakat demi terciptanya kehidupan sosial yang rukun dan berkelanjutan.
“Mari torang bacarita, mari torang jaga tali persaudaraan sampai anak cucu,” pungkas Sahrul.














