News  

Bupati Halsel dan Sultan Bacan Tinjau Pembangunan Masjid An-Nur Desa Wailoa

Bupati Halmahera Selatan Bassam Kasuba bersama Wakil Bupati Halmahera Selatan dan Sultan Bacan, didampingi Kades dan pak Imam Desa Wailoa. (Foto: Rudi)

Indomalut.com, HALMAHERA SELATAN — Bupati Halmahera Selatan Bassam Kasuba bersama Wakil Bupati Halmahera Selatan dan Sultan Bacan melakukan kunjungan sekaligus meninjau langsung progres pembangunan Masjid An-Nur di Desa Wailoa, Kecamatan Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Rabu (19/8/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah dan masyarakat Desa Wailoa untuk melihat perkembangan pembangunan rumah ibadah yang selama ini menjadi salah satu perhatian masyarakat setempat.

Kepala Desa Wailoa, Lutfi Hi Seber, dalam Sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Halmahera Selatan yang telah memberikan dukungan terhadap pembangunan Masjid An-Nur.

“Atas nama masyarakat Desa Wailoa dan panitia pembangunan Masjid An-Nur, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati yang telah membantu pembangunan Masjid An-Nur Desa Wailoa,” ujar Lutfi.

Menurutnya, pembangunan Masjid An-Nur saat ini telah mencapai sekitar 65 persen. Ia berharap pembangunan tersebut dapat segera dituntaskan sehingga masjid bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.

“Pembangunan Masjid An-Nur saat ini sudah berjalan kurang lebih 65 persen. Dengan demikian, kami berharap ketika pembangunan masjid telah selesai, Bapak Bupati dapat hadir kembali dalam acara peresmian,” katanya.

Lutfi juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada rombongan pemerintah daerah dan Sultan Bacan yang telah meluangkan waktu untuk berkunjung ke Desa Wailoa.

Sementara itu, Bupati Halmahera Selatan Bassam Kasuba dalam smabutannya mengaku bersyukur melihat perubahan signifikan pada kondisi Masjid An-Nur dibandingkan saat pertama kali dirinya berkunjung.

Menurut Bassam, ketika pertama kali melihat masjid tersebut, kondisinya cukup memprihatinkan. Bangunan masjid yang terdiri dari dua lantai mengalami kerusakan pada sejumlah bagian, termasuk tiang dan lantai.

“Hal yang paling menggembirakan untuk saya adalah ketika hadir hari ini, melihat perubahan yang cukup signifikan dengan masjid kita. Ketika pertama kali saya datang ke sini, kondisinya begitu memprihatinkan,” ujar Bassam.

Ia mengatakan, meski pembangunan belum sepenuhnya rampung, bentuk bangunan masjid saat ini sudah terlihat dan menunjukkan perkembangan yang cukup besar.

“Walaupun memang belum selesai secara menyeluruh, tetapi bentuknya sudah kelihatan. Perubahannya juga sudah ada,” katanya.

Bassam menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mendorong penyelesaian pembangunan Masjid An-Nur secara bertahap. Ia meminta agar komunikasi dan koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, panitia pembangunan, serta masyarakat terus diperkuat.

“Apa yang dibutuhkan bisa kita sama-sama dorong. Mudah-mudahan bisa memberikan yang terbaik dan menghadirkan masjid yang sempurna untuk bisa dipergunakan oleh masyarakat yang berada di Desa Wailoa,” tutur Bassam.

Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga hubungan silaturahmi dan semangat gotong royong dalam menyelesaikan pembangunan masjid tersebut.

“Bertahap, pelan-pelan kita tuntaskan, kita selesaikan. Apa yang sudah disampaikan oleh Bapak-Ibu, InsyaAllah secara bertahap akan kita perbaiki dan kita bangun sama-sama,” ujarnya.

Bassam berharap penyelesaian pembangunan Masjid An-Nur tidak hanya menjadi pembangunan fisik semata, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan hubungan silaturahmi antara pemerintah daerah dengan masyarakat Desa Wailoa.

“Mudah-mudahan ini menjadi bagian dari kuatnya hubungan silaturahmi antara kami dengan keluarga besar di Desa Wailoa,” kata Bassam.

Kunjungan tersebut turut dihadiri Sultan Bacan, yang menjadi bagian dari rombongan dalam peninjauan pembangunan Masjid An-Nur. Kehadiran para tokoh tersebut disambut masyarakat Desa Wailoa.

Pemerintah desa dan masyarakat berharap dukungan terhadap pembangunan Masjid An-Nur dapat terus berlanjut hingga seluruh pekerjaan rampung dan masjid dapat segera digunakan sebagai pusat ibadah serta kegiatan keagamaan masyarakat Desa Wailoa. (Rud/red)