Indomalut.com – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Maluku Utara memaparkan target penurunan angka kemiskinan daerah dalam forum resmi yang digelar di Ternate. Melalui presentasi yang ditampilkan, pemerintah menetapkan sasaran penurunan kemiskinan bertahap mulai 2025 hingga 2030, sejalan dengan RPJMN dan RPJMD.
Data baseline tahun 2024 menunjukkan tingkat kemiskinan Maluku Utara berada pada angka 6,32 persen. Mulai 2025, pemerintah menargetkan penurunan agresif, yakni:
2025: 4,95 – 5,15 persen
2026: 3,00 – 4,50 persen
2027: 2,00 – 3,00 persen
2028: 1,00 – 2,00 persen
2029: 0,92 – 1,92 persen
2030: 0,50 – 1,00 persen
Selain target provinsi, dipaparkan pula indikasi capaian yang diharapkan pada tingkat kabupaten/kota. Setiap daerah diberikan rentang target untuk 2026 dan 2030, seperti Halmahera Barat yang ditargetkan turun menjadi 4,03 – 5,40 persen pada 2026 dan 1,34 – 2,58 persen pada 2030. Kabupaten/kota lain seperti Halmahera Tengah, Halmahera Utara, Kepulauan Sula, Ternate, hingga Tidore Kepulauan juga memiliki rentang target penurunan masing-masing.
Dalam pemaparannya, Bappeda menekankan tiga langkah yang wajib dilakukan pemerintah kabupaten/kota, yaitu:
Penyusunan RPKD, Penyusunan Laporan Penanggulangan Kemiskinan (PK), serta Pemanfaatan Data Terpadu untuk perencanaan yang lebih akurat.
Kepala Bappeda Provinsi Maluku Utara Muhammad Sarmin S.Adam menekankan Upaya ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah provinsi untuk menurunkan kemiskinan ekstrem dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam lima tahun mendatang.
“Program ini juga ditegaskan sejalan dengan semangat pelayanan publik dan pembangunan berkelanjutan,” tegasnya. ***











