Rusli M. Said: “Generasi Muda Harus Melihat Masa Lalu Lewat Karya dan Tradisi.”
Indomalut.com, Ternate—Sebagai kota yang sarat nilai sejarah dan kebudayaan, Ternate terus menunjukkan perannya dalam merawat ingatan kolektif Maluku Utara. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Pameran Seni Rupa dan Benda Kesejarahan serta Pertunjukan Musik Tradisional Maluku Utara. Kegiatan ini mengusung tema “Pameran Seni Rupa dan Benda Kesejarahan, serta Pertunjukan Musik Tradisional Maluku Utara” yang digelar di Museum Rempah Benteng Orange, Ternate, pada 26 November hingga 1 Desember 2025.
Pameran ini menampilkan berbagai benda kesejarahan, karya seni rupa, lukisan, serta foto-foto alternatif yang merekam perjalanan sejarah Maluku Utara. Kegiatan ini juga diperkaya dengan pertunjukan musik tradisional sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali nilai-nilai budaya lokal.

Koordinator kegiatan, Rusli M. Said, S.S., M.Hum., mengatakan pameran ini bertujuan untuk memperkenalkan sejarah dan kebudayaan Maluku Utara kepada publik, khususnya generasi muda.
“Kita ingin publik, terutama generasi muda, bisa melihat masa lalu Maluku Utara melalui foto dan lukisan. Dengan begitu, mereka bisa lebih mengenal dan bangga terhadap sejarah daerahnya sendiri,” ujar Rusli yang akrab disapa Uci, dosen Ilmu Sejarah FIB Unkhair.
Ia menjelaskan, pameran ini tidak hanya menjadi ruang edukasi sejarah, tetapi juga wadah apresiasi seni yang membuka peluang bagi para seniman lokal yang selama ini kurang mendapatkan ruang berekspresi.
“Pameran ini bukan hanya soal kekayaan historis dan kultural Maluku Utara, tetapi juga mendorong dan menggali potensi seniman-seniman lokal yang selama ini kurang tergali karena minimnya kegiatan seni rupa di daerah,” katanya.

Rusli juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XXI yang telah memfasilitasi terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BPK Wilayah XXI atas dukungan dan fasilitasi sehingga pameran ini dapat terlaksana dengan baik,” tutupnya.
Pameran Seni Rupa dan Musik Tradisional ini mendapat antusiasme dari masyarakat dan diharapkan menjadi agenda budaya berkelanjutan dalam upaya pelestarian sejarah dan kebudayaan Maluku Utara. ***












