Indomalut.com – Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Maluku Utara menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap langkah strategis Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam memperkuat posisi Indonesia di panggung global melalui diplomasi internasional dan kebijakan pembangunan sektor maritim nasional.
Ketua Umum Badko HMI Maluku Utara, M. Akbar M. Lakoda, menilai kehadiran Presiden Prabowo dalam forum World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, sebagai bukti menguatnya kembali diplomasi Indonesia di tingkat internasional.
Menurut Akbar, keberanian Presiden Prabowo berbicara di hadapan para pemimpin dunia menunjukkan posisi Indonesia sebagai negara berdaulat yang tetap memegang prinsip non-blok, namun aktif dalam menentukan arah ekonomi global.
“Presiden Prabowo di Davos telah menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia bukan lagi sekadar objek pasar, melainkan subjek strategis dalam perekonomian global. Diplomasi ini adalah langkah cerdas untuk menarik investasi yang bermartabat, khususnya di sektor hilirisasi industri dan energi hijau yang menjadi masa depan bangsa,” ujar Akbar, Selasa (—/—/2026).
Selain diplomasi global, Badko HMI Maluku Utara juga menaruh perhatian besar terhadap kebijakan pemerintah terkait pembangunan 1.500 kapal tangkap ikan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan kedaulatan maritim.
Akbar menyebut kebijakan tersebut sebagai revolusi maritim yang telah lama dinantikan, terutama bagi daerah kepulauan seperti Maluku Utara.
“Indonesia adalah bangsa pelaut. Program pembangunan 1.500 kapal ikan ini bukan sekadar angka, tetapi pesan tegas bahwa setiap jengkal perairan Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, harus diisi oleh armada tangguh hasil karya anak bangsa sendiri,” tegasnya.
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut akan memberikan dampak berantai secara nasional, mulai dari penguatan posisi tawar Indonesia di wilayah sengketa dan jalur perdagangan internasional, kebangkitan galangan kapal dalam negeri, hingga pemerataan distribusi logistik dan pertumbuhan ekonomi di luar Pulau Jawa.
Tak hanya di sektor ekonomi dan maritim, Badko HMI Maluku Utara juga mengapresiasi penguatan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Inggris. Pertemuan Presiden Prabowo dengan 24 profesor dari sejumlah universitas ternama seperti Oxford University, Imperial College London, dan King’s College London dinilai sebagai bukti keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Rencana pendirian 10 kampus baru di bidang Kedokteran dan STEM merupakan terobosan besar. Program pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga pembukaan cabang universitas Inggris di Indonesia, akan memastikan generasi muda Indonesia mampu bersaing di level global tanpa kehilangan jati diri nasional,” katanya.
Sebagai representasi intelektual muda di wilayah timur Indonesia, Badko HMI Maluku Utara menyatakan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal visi besar pembangunan nasional.
“Kami di Maluku Utara, sebagai wilayah kepulauan, merasa bangga. Kebijakan ini adalah pengakuan bahwa masa depan Indonesia ada di laut. Badko HMI Maluku Utara mendukung penuh kepemimpinan Presiden Prabowo dalam membawa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Akbar. (*)












