Kebakaran Hutan dan Perkebunan Masyarakat di 3 kecamatan, Kecamatan Taliabu Barat, kecamatan Lede dan Kecamatan Taliabu Utara telah berlangsung sejak 2 Minggu yang lalu, walaupun tidak serentak tapi api terus bermunculan. Puncaknya dari 3 hari ke belakang, bagaimana Api telah perpantau besar di beberapa Desa di tiga kecamatan di Taliabu, yaitu Desa Nggele, Onemay, Salati, Todoli, Tikong, Ufung, Pasang, Nunu sungguh perlu perhatian khusus berbagai pihak mengingat hingga hari ini api masih terus mengamuk hingga melahap Tanama warga.
Sejalan dengan itu, Koordinator Gerakan Masyarakat Cinta Kampong (Geram-Cita) Basir udin meminta berbagai pihak untuk saling bahu membahu saling membantu, dan mendesak pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Taliabu untuk menetapkan Status darurat Karhutlah, mengengat keberadaan api telah mengancam harta benda masyarakat berupa tanaman ekonomis dan sumber penghidupan warga yaitu Kebun Cengkeh, kelapa, coklat, pala dan tanaman lainnya, di tambah ancama jiwa yang mengancam masyarakat secara kesehatan yaitu terdampak akibat asap yang ditimbulkan dari Karhutlah.
“Kita tau bersama berdasarkan pantauan kami di lapangan, api telah melahap bukan hanya hutan tapi sebagian besar perkebunan masyarakat, ini tentu warga kehilangan harta benda dan mengancam jiwa berupa kesehatan warga terdampak, olehnya itu kami Dengan segala kerendahan meminta warga dan berbagai pihak tetap semangat dalam saling bahu-membahu untuk memadamkan api walaupun dengan segala keterbatasan, dan kami mendesak Pemda untuk menetapkan status darurat Karhutlah, Agar bisa di maksimalkan pemadamannnya oleh provinsi maupun tingkat lebih atas” tegas Basir
“Kondisi saat ini diperidiksi api akan terus melebar jika hanya warga yang memadamkan api dengan alat seadanya, sedangkan Pemda juga punya fasilitas pemadaman ya api dan personil yang sangat belum memadai, olehnya meminta pihak provinsi dan bahkan tingkat lebih tinggi untuk turun tangan menjadi hal yang sangat mendesak, harapannya Pemda lebih inisiatif dan bisa bergerak lebih cepat untuk menerapkan status darurat sehingga api bisa segera padam dan tidak membuat Semkin banyak korban kerugian yang dialami warga korban kebakaran secara khusus maupun masyarakat Taliabu secara umum” tuntut Basir Udin.
Menurut pantauan jurnalis kami di lapangan hingga hari ini api masih terus menyala dan belum terlihat tanda-tanda akan padam.












